Ejekan Kasasi ke MA, KPK Kejar TPPU Adik Ratu Atut

Bisnis. com , JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk mengajukan kasasi pada putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang meloloskan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dari jerat pidana pencucian uang.

Wawan adalah adik kandung bekas Bupati Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam perkara ini dia berada sebagai Komisaris Utama PT Balipasific Pragama.

“Setelah meninjau putusan atas nama terdakwa Tubagus Chaeri W, Kamis 14/1/2021, awak jaksa penuntut umum (JPU) KPK menyatakan upaya hukum kasasi arah putusan PT DKI Jakarta tersebut, ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (18/1/2021).

Ali memaparkan kalau alasan kasasi antara lain, JPU memandang ada kekeliruan dalam petunjuk putusan hakim tersebut, terutama terkait tidak dikabulkannya dakwaan TPPU.  

“Alasan dan dalil selengkapnya akan JPU uraikan dalam memori kasasi yang bakal segera diserahkan kepada MA mencuaikan PN Tipikor Jakarta Pusat, ” tukasnya.

Seperti diketahui, meski memperberat hukuman menjadi tujuh tahun, Majelis Hakim Pengadilan Mulia (PT) Jakarta kembali mementahkan pengenaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap adik Eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tugas Chaeri Wardana alias Wawan.

“Menyatakan Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana tidak terbukti secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan Tindak Kejahatan Pencucian Uang sebagaimana dalam Dakwaan Kumulatif Kedua Penuntut Umum, ” seperti tertuang dalam amar vonis dikutip dari laman resmi Majelis hukum Agung, Kamis (17/12/2020).

Sidang putusan banding saat out dipimpin oleh Ketua Majelis Andriani Nurdin dengan Anggota Jeldi Ramadhan, Anthon R Saragih, M Lutfi dan Singgih Budi Prakoso di dalam memutus perkara ini.

Sebelumnya, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis kejahatan 4 tahun penjara kepada Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Selain itu, dia juga dijatuhi hukuman denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Wawan melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp94, 317 miliar. Dia terbukti bersama-sama dengan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah melakukan korupsi pengadaan metode kedokteran RS Rujukan Banten dalam APBD TA 2012 dan APBD-Perubahan 2012 yang merugikan keuangan negeri sebesar Rp79, 789 miliar.

Wawan juga terbukti mengabulkan korupsi pengadaan alkes kedokteran ijmal Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD TA 2012 sebesar Rp14, 528 miliar.

“Menyatakan Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu alternatif ke-2, ” kata Hakim Ketua Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Di tingkat pertama,   JPU menyatakan Wawan melakukan pencucian uang semenjak 22 Oktober 2010 hingga September 2019 hingga mencapai Rp479 miliar dalam mata uang rupiah dan mata uang asing.

Sedangkan pada dakwaan ketiga, disebutkan Wawan dalam kurun waktu 10 Oktober 2005 hingga 21 Oktober 2010 melakukan pencucian uang sebesar Rp100, 7 miliar.

Uang tersebut digunakan Wawan buat membeli kendaraan hingga membiayai pilkada saat Ratu Atut Chosiyah lulus di Pilkada Serang sehingga di dalam kurun waktu 2005-2012, Wawan memiliki keuntungan hingga Rp1, 7 triliun melalui perusahaan yang dimilikinya & perusahaan lain yang terafiliasi.

Menurut majelis hakim dengan terdiri atas Ni Made Sudani, Rustiyono, Arifin, Sigit Herman Binaji, dan Idris, JPU KPK cuma mendalilkan keuntungan tidak sah dibanding proyek-proyek yang didapat dari SKPD Provinsi Banten dari tahun 2005-2012 tetapi tidak menguraikan kerugian negara akibat perbuatan Wawan dalam proyek-proyek tersebut.

JPU KPK juga dinilai tidak melakukan pengesahan tindak pidana asal secara memadai dalam hal ini berdasarkan perkiraan BPK atau BPKP mengenai jalan apa yang dilanggar dan penghitungan kerugian negara dari kontrak-kontrak dengan didapat Wawan sehingga penuntut tak melakukan pembuktian tindak pidana asal yang kuat.

Konten Premi Menghunjam / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang persediaan untuk membantu tenaga medis serta warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu sokongan sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

#mc_embed_signup background: #D5DFEB; clear: left; font: 14px Helvetica, Arial, sans-serif; /* Add your own Mailchimp form style overrides in your site stylesheet or in this style block. We recommend moving this block and the preceding CSS link to the HEAD of your HTML file. */