Eks Jubir KPK Bongkar Kejanggalan TWK, Temuannya Bikin Geleng Kepala


Bisnis.com, JAKARTA- Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah secara tegas menyatakan bahwa tes wawasan kebangsaan penuh dengan kejanggalan.

Hal ini berkaitan dengan informasi Giri Suprapdiono, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK yang dinyatakan lolos tes kebangsaan dan terancam dicopot dari lembaga antikorupsi. Febri menyebutkan kalau sosok sosok giri adalah salah satu pejabat KPK yang cakap.

“Desember 2020 menerima penghargaan Makarta Bhakti Nagari. Lulusan terbaik pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di LAN, ”ujarnya Febri melalui akun twitter @febridiansyah, Sabtu (20/5/2021).

Dia menjelaskan bahwa Giri telah mengabdi di KPK sejak 2005 dan menerima sejumlah penghargaan, menjadi narasumber tentang wawasan kebangsaan dan antikorupsi di Sekolah Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri, serta di Badan Intelijen Negara (BIN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Sekarang ia masuk daftar 75, dikabarkan tidak lolos tes kebangsaaan, terancam disingkirkan dari KPK karena tes kebangsaan kontroversial,” tuturnya.

Semantara itu Mantan Anggota Ombudsman, Alamsyah Saragih, mengatakan bahwa wawasan kebangsaan (TWK) yang menjadi syarat alih status pegawai KPK banyak menyimpan masalah. Alamsyah menemukan setidaknya ada tiga masalah dalam pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) kepada pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Satu, Masalah relevansi, pertanyaan-pertanyaan itu, materi Kedua, metode. Ketiga, kompetensi asesor, ”kata Alamsyah

Alamsyah mengungkapkan semula dirinya tidak menyangka TWK akan menjadi satu parameter untuk pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Berdasarkan pengalamannya ketika berada di Ombudsman dalam menyusun jenjang jabatan asisten pemeriksa, tes psikologi untuk kompetensi manajerial memiliki instrumen yang banyak dan alat ukurnya sudah teruji. “Sehingga saya tidak meragukan. Kalibrasi sudah akurat, cukup presisi,” katanya

Namun, kata Alamsyah, TWK memiliki beberapa referensi. Salah satunya indeks moderasi bernegara (IMB) yang biasa digunakan dalam rekrutmen TNI AD. Ia pun mencontohkan salah satu polemik yang pernah mencuat, yaitu seorang taruna yang diisukan memiliki paham radikalisme.

Namun, taruna tersebut lolos rekrutmen karena nilai IMB-nya menyenangkan. Dalam TWK pegawai KPK, BKN juga melakukan profiling. Alamsyah menilai profil tersebut tidak adil. Ia mempertanyakan model apa yang digunakan untuk melakukan profiling seribuan pegawai. “Apakah semua harus sama? Tidak. Ada yang didatangi aparat tertentu, dicek dirumah. Apakah 1.000 orang dicek? Tidak mungkin. Ini kan sudah jadi pertanyaan tentang metode, valid atau enggak, bias kepentingan atau enggak, ”ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini:

KPK KPK korupsi

Konten Premium

Masuk / Daftar



Jackpot seputar Result SGP 2020 – 2021. Jackpot harian yang lain-lain tampak diamati secara terencana melewati informasi yg kita umumkan pada website tersebut, serta juga siap dichat kepada petugas LiveChat pendukung kita yg menunggu 24 jam Online dapat melayani semua kebutuhan para visitor. Ayo segera daftar, dan ambil jackpot Buntut dan Kasino On-line tergede yg terdapat di tempat kita.