GeNose Dipesan Kantor Staf Presiden, 100 Unit Ludes Terjual

Bisnis. com , JAKARTA porakporanda Setelah mendapatkan izin edar daripada Kementerian Keshatan, alat pengendus virus corona Covid-19 GeNose yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) berangkat banyak yang memesan, tak terkecuali Kantor Staf Presiden (KSP) & Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN).

Hal itu disampaikan sebab masing-masing lembaga tersebut dalam jadwal konferensi pers virtual Perkembangan GeNose dan Rapid Test Antigen CePAD, Senin (28/12/2020). “Jangan lupa KSP sudah pesan satu, karena dengan kerja di kantor 80 obat jerih, ” ujar Kepala KSP Moeldoko yang hadir dalam acara tersebut.

GeNose atau kontraksi dari Gadjah Maha Electronic Nose merupakan alat pendeteksi Covid-19 meniti napas yang dihembuskan oleh anak obat terduga terinfeksi virus. Alat tersebut dibekali dengan teknologi kecerdasan desain (AI) yang bisa mendeteksi bagian spesifik pengidap Covid-19 yang dikeluarkan pasien.

Alat itu bukan mendeteksi virusnya, tapi senyawa yang secara spesifik berbeda yang dikeluarkan orang pengidap Covid-19. Teknologi AI itu nantinya akan melaksanakan analisa dan memberikan hasil screening -nya.

Menurut Moeldoko, instrumen tersebut bisa digunakan di bermacam-macam tempat, seperti pabrik-pabrik industri, madrasah, perkantoran dan tempat lain dengan memerlukan alat screening. “Untuk itu perlu dipresentasikan ke Menperin, Menparekraf, dan Menpan RB, Mendikbud, ” ujar Moeldoko.

Tempat juga meminta agar GeNose segera disosialisasikan agar bisa meng-cover segenap tempat yang memerlukan alat tersebut. “Sehingga produktivitas bisa tetap berlaku, sekolah bisa dimulai, dan wisata, serta perkantoran bisa dilakukan, tersebut perlu mempresentasikannya, ” tutur dia.

Dari segi akurasi, GeNose diklaim memiliki akurasi deteksi 93-85 persen berdasarkan uji yang sudah dilakukan. Alat ini diharapkan bisa memberikan dampak maksimal, dan membantu melakukan screening untuk menghalangi penyebaran virus corona.

Sementara, perwakilan dari Kemristek/BRIN disampaikan oleh Ketua Konsorsium Riset serta Inovasi Covid-19, Ali Ghufron Mukti. “Kami juga Kemristek pesan 20 unit, ” ujar dia yang juga hadir dalam acara itu.

Salah satu pengembang GeNose, Dian K. Nurputra, menerangkan bahwa tim saat ini mau memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. “Karena produksinya masih terbatas. Kami sudah ada 100 unit GeNose, tapi langsung ludes terjual. Kami menetapkan 2. 000-5. 000 unit had akhir Januari, ” kata Dian.

GeNose, Dian memasukkan dibanderol seharga Rp62 juta lampu unit. “Harga tersebut sudah tercatat pelatihan penggunaan alat. Bukan pelatihan deteksinya ya, karena deteksi dilakukan oleh kecerdasan buatan (AI), ” ujarnya.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia berhubungan 3 media menggalang dana buat membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Nusantara (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi saat ini! Klik Di Sini untuk berita lebih lengkapnya.

#mc_embed_signup background: #D5DFEB; clear: left; font: 14px Helvetica, Arial, sans-serif; /* Add your own Mailchimp form style overrides in your site stylesheet or in this style block. We recommend moving this block and the preceding CSS link to the HEAD of your HTML file. */