KORUPSI ASABRI: Ini Daftar 7 Petinggi Perusahaan Sekuritas yang Diperiksa


Bisnis.com, JAKARTA – Jaksa penyidik ​​Kejaksaan memeriksa tujuh petinggi perusahaan sekuritas sebagai saksi dalam dugaan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri, Kamis (25/2/2021).

“Tujuh saksi dari perusahaan sekuritas dan satu kesatuan pihak yang terafiliasi dengan tersangka SW,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Tujuh saksi tersebut adalah: inisial BS selaku Direktur Waterfront Securities Indonesia, ZB selaku Direktur Trust Securities, JA selaku Director BNI Securities dan LS selaku Director Yuanta Sekuritas Indonesia.

Kemudian, ES selaku mantan Komisaris PT Minna Padi Investama Sekuritas, YFT selaku Direktur UOB Kay Hian Securities dan AP selaku Direktur Valbury Sekuritas Indonesia.

Selain tujuh saksi tersebut, jaksa penyidik ​​mengawasi pengawasan RN selaku pihak yang memiliki antarmuka dengan tersangka Dirut PT Asabri periode Maret 2016 – Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja (SW).

“Paragraf nyata untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di Asabri,” tutur Leo.

Sejauh ini, Jampidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 – Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 – Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 – 2014 dan 2015 – 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 – Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Kemudian Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Baik Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini:

asabri

Konten Premium

Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.


Diskon paus Togel Singapore 2020 – 2021. Promo seputar lainnya hadir dipandang secara terjadwal melalui berita yang kami sisipkan dalam website ini, serta juga dapat dichat kepada teknisi LiveChat support kita yg siaga 24 jam Online dapat meladeni semua kebutuhan para pengunjung. Yuk langsung join, & dapatkan hadiah Buntut & Kasino Online tergede yang tampil di tempat kami.