LIPI: Tsunami Aceh dengan Skala Bertambah Kecil bisa Saja Terjadi

Bisnis. com, JAKARTA   – Kepala Tengah Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto mengatakan berdasarkan penelitian di sepanjang pesisir Samudera Hindia pascagempa Aceh 16 tahun lalu, sangat mungkin tsunami lebih kecil terjadi di Selasar Mekkah  itu.

“Pada penelitian di kawasan Samudera Hindia untuk mengetahui apakah akan ada lagi setelah tsunami Aceh 2004, sebelumnya kita sudah ke Yaman, Oman, Sri Lanka, Thailand, lulus Indonesia. Di Thailand di kedalaman satu meter, rupanya tanah tersusun dari beberapa lapis endapan dan yang teratas merupakan sisa endapan tsunami 2004, ” kata Eko dalam webinar “Refleksi 16 Tarikh Tsunami Aceh: Edukasi Dini Mitigasi Risiko Tsunami di Indonesia” yang diadakan Dongeng Geologi secara daring diakses dari Jakarta, Sabtu.

Untuk kasus di Aceh, Eko mengatakan dari hasil penelaahan di dua lokasi, pertama di Teluk Pucung yang berada dalam sisi selatan Pulau Simeulue menunjukkan pula lapisan-lapisan tanah berwarna suci dan hitam kecoklatan berselang-seling.

Terlihat memang di periode atas terdapat lapisan berwarna putih yang merupakan endapan dari tsunami 2004 yang terjadi pada 26 Desember.

Tetapi ternyata, menurut Eko, Bumi selalu telah merekam peristiwa tsunami setelahnya yakni yang terjadi pada 28 Maret 2005, setelah gempa magnitudo 8, 7 yang episentrumnya tersedia di antara Pulau Nias dan Simeulue.

Ada pula lapisan putih putus-putus terlihat di susunan lebih bawah setelah peristiwa 2004 yang menurut dia, merupakan abu endapan tsunami yang terjadi di dalam 4 Januari 1907, setelah gempa dengan magnitudo 7, 5 maka 8 terjadi di dekat Simeulue.

Sedangkan dari hasil penggalian di Aceh Besar, Eko mengatakan ditemukan lapisan tanah berselang-seling berwarna hitam kecoklatan dan suci di kedalaman 50 sentimeter.

Jika berdasarkan Ilmu Geologi lapisan tersebut berumur sekitar 500 tahun, sehingga setidaknya dapat diketahui dalam jangka waktu itu tersedia sekitar empat tsunami terjadi di sana.

“Jika ada tsunami besar dalam jangka lama, setelahnya ada tsunami-tusnmai kecil. Jadi sangat tidak bijak jika jalan memindahkan masyarakat dari pesisir pantai Aceh pascagempa 2004 berhenti & sekarang masyarakat justru kembali sedang ke sana membangun rumah, ” tegas Eko.

Kejadian serupa juga terjadi di Pangandaran, Jawa Barat, malah ada perumahan mewah dibangun di lokasi paluh tsunami sebelumnya. “Ini perlu dikontemplasikan. Apakah kalau ada tsunami teristimewa dan jatuh korban bisa disebutkan itu bencana alam? ”

Gempa bumi dengan magnitudo 9, 1 hingga 9, 3 yang terjadi di Aceh di dalam 26 Desember 2004, pukul 08. 58 WIB, dengan episentrum terletak di lepas pantai barat Sumatera telah merenggut lebih dari 150. 000 nyawa di Indonesia, namun total korban di 14 negara mencapai 230. 000 hingga 280. 000 jiwa.

“Saya khawatir, tsunami dan gempa benar fenomena alam, tapi jika itu sebagai bencana apakah berarti manusia kemudian menyalahkan alam yang menerbitkan terjadinya bencana? Seandainya Bumi mampu bicara pasti dia akan menyambut seenaknya saja manusia menyalahkan saya, padahal duluan saya diciptakan secara gempa, tsunami, gunung api meletus, banjir, longsor sebagai ‘nafas’ aku, ” kata Eko.

Dengan melihat lapisan endapan tsunami di Thailand sebelum 2004 diperkirakan ada pula peristiwa sama kira-kira 1. 700 tahun lalu pada lokasi yang sama. Dan bisa saja, menurut dia, jumlah objek sedikit atau bahkan tidak berlaku bencana karena tidak ada manusia di sana yang menjadi korban.

Peristiwa masa lampau, dalam hal ini gempa & tsunami, menjadi basis kontemplasi pribadi untuk mencoba merenungkan kenapa perihal bencana semakin banyak memakan target dan kerugian semakin besar. “Peristiwa masa lalu itu tidak dapat sampai salah didefinisikan, karena bisa jadi kita akan keliru ambil tindakan sehingga justru menjadi bencana”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, pada sini:

lipi tsunami

Konten Premi Hadir / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang simpanan untuk membantu tenaga medis serta warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu sokongan sekarang! Klik Di Sini buat info lebih lengkapnya.

#mc_embed_signup background: #D5DFEB; clear: left; font: 14px Helvetica, Arial, sans-serif; /* Add your own Mailchimp form style overrides in your site stylesheet or in this style block. We recommend moving this block and the preceding CSS link to the HEAD of your HTML file. */