Masyarakat Prancis di Bali Ditangkap Sebab Kasus Narkoba & Senjata Sinar

Bisnis. com , DENPASAR – Polda Bali menangkap seorang warga negara asing (WNA) Prancis, Rayan Jawad Henri Bitar, 30 tahun, karena memiliki narkoba jenis sabu seberat 4, 81 gram netto dan tiga senjata api ilegal.

“Senjata ini ditemukan bersama dengan amunisinya. Apakah semuanya aktif atau tak akan dilakukan pengujian lebih sendat. Nanti dilakukan uji labfor. Dengan jelas peluru yang ditemukan mampu masuk ke dalam senjata ini. Ini senjata berbahaya, semi otomatis. Juga pistol dan revolver, ” kata Kapolda Bali Irjen Penuh Putu Jayan Danu Putra di Denpasar pada Rabu (23/12/2020).

Dia mengemukakan bahwa karakter ini berprofesi sebagai pengusaha properti dan sudah lama berada di Bali. Kapolda menjelaskan bahwa pelaku juga menguasai tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Prancis, & bahasa Inggris.

  Barang bukti yang diperoleh daripada pelaku berupa satu buah plastik klip yang didalamnya berisi kaca bening diduga sabu berat 0, 44 gram netto, satu bahan plastik klip yang didalamnya menyimpan kristal bening diduga sabu seberat 4, 37 gram netto beserta bong.

  Selain itu, ditemukan tiga senjata api diantaranya satu pucuk senjata api laras panjang jenis blade pistol stabilizer made in USA beserta magazine, dengan amunisi sebanyak 28 butir kaliber 9X19 mm. Kemudian, satu pucuk senpi macam Makarov Made In Russia kal 7. 65 mm, dan mulia pucuk senpi jenis NAA 22LR beserta satu butir amunisi tingkatan 22 mm.

“Tentu ini membahayakan senjata api kesesuaian panjang yang bisa semi otomatis ya bisa saja digunakan untuk kegiatan kejahatan. Yang sifatnya teror ini yang berbahaya apalagi memakai narkoba terus keseimbangannya tidak baik, bisa saja dia melakukan kelakuan yang tidak baik, ” sekapur Kapolda.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Polda Bali, Kombes Pol Muhammad Khozin mengatakan kalau ancaman hukuman terhadap tersangka ada dua, yakni hukuman narkoba dan kepemilikan senjata ilegal.

“Pelaku ini merupakan target. Itu merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya. Direktorat narkoba akan menangani urusan narkoba. Untuk masalah senjatanya bakal berkoordinasi dengan Dir Reskrimum, ” kata Direktur Reserse Narkoba.

Dia mengatakan untuk urusan tindak pidana narkoba dijerat dengan UU RI Nomor 35 tarikh 2009 ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun & UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan denda minimal Rp800 juta maksimal Rp8 miliar.

“Kejadiannya pada hari Senin, (21/12) sekitar pukul 19. 00 Wita, pelaku ditangkap di suatu swalayan mini Jalan Umalas II Desa Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Saat karakter masuk ke dalam mini mart tim bermaksud menghampiri namun yang bersangkutan berontak dan berusaha mangkir keluar mini mart namun sanggup diamankan, ” katanya.

Selanjutnya terhadap pelaku dilakukan pemeriksaan dan ditemukan barang bukti serasi dengan data tersebut di akan di dalam kamar milik karakter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, dalam sini:

narkoba

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana buat membantu tenaga medis dan awak terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Disini untuk info bertambah lengkapnya.

#mc_embed_signup background: #D5DFEB; clear: left; font: 14px Helvetica, Arial, sans-serif; /* Add your own Mailchimp form style overrides in your site stylesheet or in this style block. We recommend moving this block and the preceding CSS link to the HEAD of your HTML file. */