Ratusan Dokumen Kasus Minyak Goreng Disita dari Dirjen Daglu Kemendag


Bisnis.comJAKARTA-Penyidik ​​Kejaksaan Agung (Kejagung) menerapkan dokumen milik empat orang terkait kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyebut bahwa total ada 596 dokumen yang menjadi alat bukti waktu menetapkan empat orang tersangka.

Keempat tersangka itu adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrashari Wisnu Wardhana, Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup Stanley MA dan Pierre Togar Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

“Total ada 596 dokumen barang yang sudah ada terkait penyelidikan kasus korupsi CPO ini,” tutur Burhanuddin di Kejagung, Selasa (19/4/2022).

Burhanuddin menjelaskan posisi kasus korupsi minyak goreng tersebut berawal pada akhir tahun 2021 di mana terjadi kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Kemudian, kata Burhanuddin, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga telah mengambil kebijakan untuk menetapkan Domestic Market Obligation (DMO) serta Domestic Price Obligation (DPO) bagi perusahaan yang ingin melaksanakan ekspor CPO dan produk turunannya, sekaligus menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sawit .

“Namun dalam pelaksanaannya, perusahaan ekportir tidak memenuhi DPO namun tetap mendapatkan persetujuan ekpor dari pemerintah,” katanya


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Konten Premium

Masuk / Daftar



harian Data SGP 2020 – 2021. Bonus mantap yang lain tampak dipandang secara terencana melewati notifikasi yg kami sampaikan pada website itu, lalu juga dapat ditanyakan terhadap teknisi LiveChat support kami yg siaga 24 jam Online untuk mengservis semua kebutuhan para player. Mari secepatnya join, & dapatkan prize Lotere serta Kasino On the internet tergede yg hadir di laman kami.